Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,

Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat iman, Islam, dan keluarga yang telah dianugerahkan kepada kita. Pada kesempatan ini, kita akan membahas pentingnya membangun keluarga sakinah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)

Hadirin yang berbahagia,

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam membangun keluarga sakinah.

Pertama, memahami hak dan kewajiban suami istri. Suami dan istri memiliki tanggung jawab masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh amanah. Keluarga akan lebih harmonis apabila keduanya saling menghormati, saling membantu, dan tidak hanya menuntut hak, tetapi juga menunaikan kewajiban.

Kedua, menjaga komunikasi dan menyelesaikan konflik dengan baik. Perbedaan pendapat dalam rumah tangga adalah hal yang wajar. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut menimbulkan pertengkaran berkepanjangan. Biasakan bermusyawarah, berbicara dengan santun, dan mencari solusi tanpa kekerasan.

Ketiga, mengelola ekonomi keluarga secara bertanggung jawab. Keluarga sakinah tidak harus kaya raya. Yang penting adalah mencari rezeki yang halal, mengatur pengeluaran sesuai kemampuan, menghindari pemborosan, serta membiasakan keterbukaan dalam urusan keuangan.

Keempat, mendidik anak dan menjaga keluarga di era digital. Orang tua hendaknya memberikan teladan yang baik, membimbing ibadah dan akhlak anak, serta mengawasi penggunaan gawai dan media sosial agar tidak merusak hubungan keluarga.

Kelima, membangun keluarga yang religius. Jadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya keimanan. Biasakan shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan saling menasihati dalam kebaikan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang tidak pernah memiliki masalah, melainkan keluarga yang berusaha menghadapi masalah dengan iman, kesabaran, tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan kasih sayang.

Marilah kita berusaha menjadikan keluarga kita sebagai tempat yang menghadirkan ketenteraman, menumbuhkan kebaikan, serta mendekatkan seluruh anggota keluarga kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT membimbing kita dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ وَالْهِدَايَةُ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ