Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada kesempatan yang singkat ini, izinkan saya menyampaikan kultum dengan tema “Jangan Hasad kepada Orang Lain.”

Hadirin yang berbahagia,

Hasad adalah perasaan tidak senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, keberhasilan, harta, kedudukan, ilmu, kesehatan, atau kebahagiaan.

Lebih buruk lagi apabila seseorang berharap agar nikmat yang dimiliki orang lain tersebut hilang.

Misalnya, ketika melihat tetangga membeli kendaraan baru, kita merasa tidak senang. Ketika melihat teman mendapatkan pekerjaan yang baik, kita merasa iri. Ketika melihat seseorang usahanya maju, kita justru berharap usahanya gagal.

Inilah yang harus kita hindari.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Allah SWT mengingatkan kita agar tidak iri terhadap kelebihan yang Allah berikan kepada orang lain.

Allah berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.”

QS. An-Nisa’: 32

Setiap manusia mendapatkan rezeki dan kelebihan yang berbeda-beda.

Ada yang diberikan banyak harta, tetapi mungkin diuji dengan kesehatan.

Ada yang diberikan kesehatan, tetapi mungkin tidak memiliki banyak harta.

Ada yang memiliki ilmu yang luas.

Ada yang memiliki keluarga yang harmonis.

Ada yang diberikan kemampuan berdagang.

Ada yang diberikan kesempatan untuk membantu banyak orang.

Semua itu adalah ketetapan Allah.

Karena itu, daripada sibuk membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain, lebih baik kita melihat nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dan mensyukurinya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan kita agar tidak saling hasad.

Beliau bersabda:

لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Janganlah kalian saling hasad, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”

HR. Bukhari dan Muslim

Hadits ini mengajarkan bahwa hasad dapat merusak hubungan antarsesama.

Orang yang hasad biasanya sulit merasa bahagia melihat kebahagiaan orang lain.

Padahal, nikmat orang lain tidak mengurangi nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Rezeki orang lain bukan berarti rezeki kita menjadi berkurang.

Kesuksesan orang lain bukan berarti kita menjadi gagal.

Kebahagiaan orang lain bukan berarti kebahagiaan kita menjadi hilang.

Maka ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, hendaknya kita berkata:

مَا شَاءَ اللَّهُ، بَارَكَ اللَّهُ لَهُ

“Masya Allah, semoga Allah memberkahinya.”

Kemudian kita berdoa agar Allah juga memberikan kepada kita kebaikan dan keberkahan.

Hadirin yang berbahagia,

Ada satu cara sederhana untuk melawan rasa hasad, yaitu belajar bersyukur.

Lihatlah apa yang sudah Allah berikan kepada kita.

Kita masih diberi kesehatan.

Masih diberi keluarga.

Masih diberi kesempatan untuk beribadah.

Masih diberi rezeki.

Dan yang paling besar, kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah.

Jangan sampai kita terlalu sibuk melihat apa yang dimiliki orang lain sehingga lupa mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari sifat hasad, iri, dengki, dan kebencian kepada sesama.

Penutup

Hadirin yang dirahmati Allah,

Demikian kultum singkat yang dapat saya sampaikan.

Mari kita belajar menerima ketentuan Allah, mensyukuri nikmat yang kita miliki, dan ikut merasa bahagia ketika melihat saudara kita mendapatkan kebaikan.

Karena hati yang bersih akan membuat hidup menjadi lebih tenang, sedangkan hati yang dipenuhi iri dan dengki hanya akan membuat diri sendiri tidak bahagia.

Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur serta mencintai sesama.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.