Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang singkat ini, marilah kita bersama-sama mengingat salah satu akhlak yang harus kita waspadai, yaitu sifat kemunafikan.
Rasulullah SAW bersabda:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Artinya:
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara, ia berdusta; apabila berjanji, ia mengingkari; dan apabila dipercaya, ia berkhianat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadirin yang dirahmati Allah,
Hadis ini mengajarkan kepada kita tiga hal yang harus kita hindari.
Pertama, berdusta ketika berbicara.
Islam mengajarkan kita untuk selalu berkata jujur. Jangan sampai kita terbiasa mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, meskipun menurut kita itu hanya kebohongan kecil.
Kebohongan yang terus dilakukan dapat menghilangkan kepercayaan orang lain. Karena itu, marilah kita membiasakan diri berkata benar, baik ketika berbicara dengan keluarga, teman, tetangga maupun dalam pekerjaan.
Kedua, mengingkari janji.
Janji bukanlah sesuatu yang boleh dianggap sepele. Ketika kita sudah berjanji, hendaknya kita berusaha untuk menepatinya.
Kadang kita mudah mengatakan, “Insyaallah saya datang,” “Nanti saya bantu,” atau “Besok saya selesaikan.” Namun ketika waktunya tiba, kita justru lupa atau tidak menepatinya.
Jika memang ada halangan, sampaikan dengan baik. Jangan sampai kita menjadi orang yang mudah berjanji tetapi mudah pula mengingkarinya.
Ketiga, berkhianat ketika diberi amanah.
Amanah tidak hanya berupa uang atau barang. Jabatan adalah amanah. Pekerjaan adalah amanah. Keluarga adalah amanah. Bahkan kepercayaan yang diberikan orang lain kepada kita juga merupakan amanah.
Ketika seseorang memberikan kepercayaan kepada kita, maka kita wajib menjaganya dengan sebaik-baiknya.
Jangan menggunakan amanah untuk kepentingan pribadi. Jangan mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Dan jangan menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Yang perlu kita pahami, hadis ini bukan untuk membuat kita sibuk mencari siapa yang munafik di antara orang lain.
Justru hadis ini harus menjadi bahan untuk mengoreksi diri kita sendiri.
Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:
Apakah saya masih sering berdusta?
Apakah saya masih sering mengingkari janji?
Apakah saya sudah benar-benar menjaga amanah?
Jika masih ada kekurangan, mari kita perbaiki. Jangan menunggu menjadi sempurna untuk berubah. Selama Allah masih memberikan kita kesempatan hidup, pintu untuk memperbaiki diri selalu terbuka.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa berkata jujur, menepati janji, menjaga amanah, dan dijauhkan dari sifat-sifat kemunafikan.
Demikian kultum singkat yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.