Godean, 1 Agustus 2026 — Penyuluh Agama Islam KUA Godean, Zaenal Abidin, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada jamaah Masjid Al-Baiturrahman, Bendungan, Sidoagung, Godean, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam penyuluhan tersebut, Zaenal Abidin menyampaikan materi tentang shalat sebagai salah satu ibadah utama dalam kehidupan seorang Muslim. Pembahasan menekankan pentingnya menjaga shalat sekaligus memahami bagaimana pelaksanaan shalat yang baik dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku sehari-hari. Salah satu tema yang disampaikan adalah bahwa shalat dapat menjadi sarana penghapus dosa serta memiliki peran dalam mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Jamaah diajak untuk tidak hanya melaksanakan shalat secara rutin, tetapi juga berusaha meningkatkan kualitas dan kekhusyukan dalam shalat. Zaenal Abidin juga menjelaskan bagaimana upaya memperbaiki shalat, mulai dari menjaga ketepatan waktu, memenuhi syarat dan rukun, memahami bacaan serta menghadirkan kekhusyukan dan kesadaran bahwa seseorang sedang beribadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam shalat diharapkan dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Jamaah mengikuti kegiatan dengan cukup antusias dan menyimak materi yang disampaikan. Penyuluhan juga berlangsung dalam suasana yang interaktif sehingga jamaah dapat mengikuti pembahasan dengan baik. Ketua Takmir Masjid Al-Baiturrahman, Suhardi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Penyuluh Agama KUA Godean atas bimbingan dan penyuluhan yang diberikan kepada jamaah. Ia berharap kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar.
Penyuluh Berikan Pelatihan AI untuk Kelompok PEU
Godean, 5 Agustus 2026 — Penyuluh Agama Islam KUA Godean, Zaenal Abidin, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Zaenal Abidin memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu membuat desain produk dan jasa. Para peserta diperkenalkan dengan cara sederhana menggunakan AI sebagai alat bantu untuk menghasilkan desain yang dapat digunakan dalam mendukung usaha mereka. Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Agama melalui KUA dan LAZNAS Rumah Yatim dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat prasejahtera. Program ini dilaksanakan melalui pemberian modal usaha, pendampingan, serta pelatihan secara berkala bagi para pelaku UMKM. Pelatihan pemanfaatan AI mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka merasa senang karena dapat mempelajari teknologi yang sebelumnya dianggap sulit dan belum pernah digunakan dalam kegiatan usaha. Salah satu peserta, Pak Sarmin, mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Meskipun sebelumnya merasa kurang memahami teknologi atau gaptek, ia akhirnya dapat mengikuti praktik membuat desain produk dengan bantuan AI. Hal serupa disampaikan Pak Rozak yang merasa lebih memahami cara menggunakan AI setelah mengikuti pelatihan. Para peserta berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk membantu mengembangkan dan mempromosikan usaha mereka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama dalam memberikan pendampingan yang tidak hanya berkaitan dengan keagamaan, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.